Police53's Blog
Just another WordPress.com weblog

Nov
05

Nila Moeloek Batal Jadi Menkes, Harus Ada Penjelasan dari Istana Novi Christiastuti Adiputri – detikNews Jakarta – Pembatalan penunjukan Nila Juwita Moeloek sebagai Menteri Kesehatan menuai komentar banyak pihak. Sebagai satu-satunya kandidat menteri yang gagal dipilih, sangat disayangkan tidak adanya penjelasan dari pihak istana. “Paling tidak ada penjelasan dari jubir Istana, atau Sekretariat Negaralah. Kalau Presiden tidaklah, terlalu tinggi,” ujar pengamat politik LIPI Lili Romli dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (22/10/2009). Lili mengakui dirinya kaget saat mengetahui nama Menkes yang baru bukanlah Nila. Menurutnya, Nila merupakan orang yang sangat mengerti dunia kesehatan. “Saya setuju kalau Nila yang ditunjuk. Kan dulu dia mem-back up suaminya (mantan Menkes Farid Anfasa Moeloek) saat menjabat Menteri Kesehatan,” ucap dia. Menurut Lili, seharusnya ada penjelasan dari pihak Istana. Perlu dijelaskan kepada publik apa yang membuat Nila tidak lolos. Apakah kesehatan atau pengetahuan? Kalau kedua masalah itu tidak apa-apa, tapi kalau sampai ada pertimbangan politis, Lili sangat menyayangkannya. “Kalau tidak ada pemberitahuan seperti ini kan dampak psikologisnya yang dikhawatirkan. Paling tidak yang bersangkutan diberi tahu,” tuturnya. Dikatakan dia, proses rekrutmen para menteri yang sengaja dibuat sangat terbuka dan transparan oleh SBY, mengharuskan adanya penjelasan bila ada kandidat yang tidak lolos. Kalau memang tidak ada penjelasan, mungkin untuk ke depan tidak perlu ada rekrutmen terbuka seperti ini. “Memang ada hak prerogatif presiden, tapi proses rekrutmennya kan terbuka sekali, kalau ada yang tidak lolos pun juga harus terbuka dong. Ada penjelasan, jadi publik tahu apa tolok ukur yang lolos dan apa yang tidak,” tegasnya.

Nov
05

Wonosobo: Ketekunan dan kesabaran Hayatudin, lulusan Pondok Pesantren Al Al Asy’ariah Kalibeber, Wonosobo, Jateng, berbuah manis. Belum lama ini ia berhasil membuat Quran raksasa sepanjang 210 sentimeter dan lebar 110 cm. Hayatudin mengerjakannya selama setahun. Quran itu di antaranya pernah dipesan almarhum mantan Presiden Soeharto dan Sultan Brunei Darussalam Hasanal Bolkiah.

Dalam proses pembuatannya, Hayatudin menemui berbagai kendala. Sering terlambatnya pasokan tinta khusus yang didatangkan dari Cina dan sulitnya memperoleh kertas dari Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang dibatasi. Dan jerih payahnya itu sepadan dengan hasilnya. Satu buah Quran dijual seharga antara Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

Nov
05

Liputan6.com, Jakarta: Selama 32 tahun menjabat presiden, Soeharto banyak menerima cinderamata dari berbagai kalangan baik dalam maupun luar negeri. Banyak pimpinan negara asing seperti presiden, perdana menteri, atau tokoh terkemuka dunia lainnya menghadiahi Pak Harto beragam benda.

Cinderamata-cinderamata itu kini tersimpan di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Museum yang didirikan atas inisiatif Ibu Tien Soeharto pada pertengahan 1993 itu memiliki lahan seluas sekitar 21 hektare.

Sebelum memasuki ruang pamer utama museum, pengunjung akan melewati ruang muka berisi ukiran yang menggambarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Di dalam ruang pamer utama, terpajang koleksi yang berjumlah 12.000 buah mulai dari keramik hingga lukisan.

Penempatan cinderamata ini terbagi dalam beragam kelompok seperti hasil karya seniman dalam atau luar negeri. Lalu ada bagian khusus untuk ukiran perak yang kebanyakan pemberian dari pimpinan negara-negara di Asia atau tokoh masyarakat.

Di bagian lain, ada koleksi berbagai macam batu yang umumnya berasal dari Asia Timur. Ada juga koleksi guci. Salah satu di antaranya pernah dinobatkan sebagai guci tertinggi di dunia. Guci asal Cina itu memiliki tinggi 3,88 meter.

Ada benda yang sering digunakan sebagai latar belakang foto bersama bagi pengunjung Museum Purna Bhakti Pertiwi yaitu ukiran akar pohon karet. Ukiran yang berusia 100 tahun itu merupakan sumbangan dari Jonathan Parapak, mantan Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi. Dari Afganisthan, Presiden Soeharto memperoleh lukisan foto diri dalam permadani dan seperangkat benda kristal.

Bila berkunjung ke museum ini, Soeharto biasa beristirahat di lantai lima. Sedangkan lantai puncak atau lantai ketujuh biasanya digunakan Pak Harto untuk tafakur.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Nov
05

INFORMASI 25 PELABUHAN STRATEGIS INDONESIA
PELABUHAN PALEMBANG
INFORMASI UMUM
I. ALAMAT PELABUHAN
1. Alamat PELABUHAN
Kelurahan : Lawang Kidul
Kecamatan : Ilir Timur II
Kabupaten / Kota : Palembang
Propinsi : Sumatera Selatan
2. Status Pelabuhan : Diusahakan
3. Jenis Pelabuhan : Pelabuhan Sungai
4. Alamat : Jl. Blinyu No.1 Boom – Baru Palembang
5. Kode Pos : 30115
6. Telepon : 0711 – 710611
7. Faximile : 0711 – 711758
8. Telex/VHF : 27145 PC.Plg. IA
9. SSB :
- Nama Stasiun : Pelabuhan Palembang CallSign 8AA218
- Frequensi
(KHZ/MHZ)
: TX.4.055000 Khz
: RX.4,055000 Khz
10. Kelas Pelabuhan : Kelas I
11. Kepanduan : Pelabuhan Wajib Pandu
Pelabuhan Palembang
PETA LOKASI
DLKP
POSISI DAN WILAYAH KERJA PELABUHAN
A. KANTOR PELABUHAN :
B. WILAYAH/SATUAN KERJA
C. DUKS
Posisi Pelabuhan : : 020–58’– 48” LS
: 1040–46’–36” BT
Pelabuhan Sungai Lais : Pengelola Cabang Pelabuhan Palembang
1. DUKS Pusri : Pengelola PT. Pusri
2. DUKS Taba : Pengelola PTBA
3. DUKS Garam : Pengelola PT. Garam
Pelabuhan Palembang
FASILITAS PELABUHAN
SITUASI (LAYOUT) KANTOR PELABUHAN
FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN
1. DERMAGA I
Nama : Konvensional
Fungsi / Kegunaan : Tempat Bersandar Kapal-Kapal Cargo
Panjang : 376 M
Lebar : 19 M
Kedalaman : -7 MLWS
Konstruksi : Beton Bertulang
Kapasitas : 3,5 T/M2
Tahun Pembuatan : 1973
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Kondisi : 60 %
Pelabuhan Palembang
2. DERMAGA II
3. DERMAGA PERAHU LAYAR
4. BERTHING DOLHPIN 12 UNIT
FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN
PINGGIRAN/TALUD
ALUR PELAYARAN
Nama : Petikemas
Fungsi / Kegunaan : Tempat Bersandar Kapal-Kapal Petikemas
Panjang : 266 M
Lebar : 26 M
Kedalaman : -9 MLWS
Konstruksi : Beton Bertulang
Kapasitas : 3,5 T/M2
Tahun Pembuatan : 1996
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Kondisi : 70 %
Nama : Sungai Lais
Fungsi / Kegunaan : Tempat Bersandar Perahu Layar
Panjang : 280 M
Lebar : 15 M
Kedalaman : -1 MLWS
Konstruksi : Beton Bertulang
Kapasitas : 1 T/M2
Tahun Pembuatan : 1983
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Kondisi : 50 %
Panjang : 7,8 M
Lebar : 5,6 M
Kedalaman : 6 M
Tahun Pembuatan : 1983
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Panjang : Tidak ada
Panjang : 100 Kilometer.
Lebar : 125 Meter
Kedalaman : 3,5 Meter LWS
Pasang tertinggi : 3,6 Meter LWS
Pasang terendah : 0,5 Meter LWS
Pelabuhan Palembang
KOLAM PELABUHAN
GUDANG
LAPANGAN PENUMPUKAN
TERMINAL PENUMPANG
FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN
GEDUNG KANTOR
Luas : 20 Ha / KM2
Kedalaman : 12 MLWS
Pasang tertinggi : 3,6 MLWS
Pasang terendah : 0,5 MLWS
Luas : 8.812 M2
Kapasitas :
Tahun Pembuatan : 1974
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Konstruksi : Beton
Kondisi : 60 %
Luas : 47.000 M2
Kapasitas : 3,5 T/M2
Tahun Pembuatan : 1989
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Kondisi : 60%
Luas : h398 M2
Kapasitas :
Tahun Pembuatan : 1991
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Konstruksi : Beton
Kondisi : 60%
Luas : 2.156 M2
Tahun Pembuatan : 1974
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Konstruksi : Beton
Kondisi : 60 %
Pelabuhan Palembang
RUMAH DINAS
SEJARAH / HIRARKI PERAN DAN STATUS PELABUHAN
Jumlah : 43 Unit
Luas :
Tahun Pembuatan : 1983
Pemilik : PT.(Persero) Pelabuhan Indoensia II
Konstruksi : Beton
Kondisi : 60 %
Cikal bakal Pelabuhan Palembang yang sekarang ini sudah dikenal sejak abad
VII sampai abad X masehi yaitu sejak jaman keemasan Sriwijaya yang
merupakan pusat perdagangan antar bangsa dan pusat kebudayaan agama
Budha , Pada tahun 683 Pelabuhan Palembang tidak terletak di tempat
sekarang ini , tetapi agak ke hulu di tepi Sungai Tatang, Tangga Buntung.
Periode selanjutnya berabad-abad kemudian yaitu pada tahun 1821 Pelabuhan
dipindahkan ke Boom Jati di Depan Benteng. Lalu pada tahun 1914 pindah lagi
lebih ke hilir yang sekarang ini dinamakan “gudang garam” dan barulah pada
tahun 1924 sampai saat ini lokasi Pelabuhan dipindahkan ke Boom Baru
dengan pengukuhan oleh Gubernur Jenderal Belanda pada tahun 1924
dalam staatblad no. 543.
Pengelolaan pelabuhan umum di Indonesia sejak tahun 1960 dilakukan oleh
Badan Usaha Milik Negara dengan pengendalian dari Pemerintah . Bentuk
badan usaha ini sering mengalami perubahan sejalan dengan arah
kebijaksanaan Pemerintah dalam mengimbangi bertumbuh kembangnya
kebutuhan akan pelayanan jasa pelabuhan. Kronologi perubahan tersebut
secara garis besar dapat diurut sebagai berikut :
1924 1942 oleh Pemerintah Belanda (Haven Meester)
1942 1945 oleh Pemerintah Jepang (Uhno Butai)
1945 1946 oleh masa peralihan
1946 1948 oleh ALRI
1948 1952 oleh Pemerintah Belanda (Haven Meester)
1952 1958 oleh Syahbandar
1958 1963 oleh Perusahaan Jawatan Pelabuhan
1963 1969 oleh PN. Pelabuhan & Port Authority
1969 1983 oleh B.P.P. Palembang
1983 – 1992 oleh PERUM Pelabuhan II Cabang Palembang
1992 Sekarang oleh PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia II Cabang
Pelabuhan Palembang
Saat ini, sarana dan prasarana pelabuhan telah cukup memadai untuk
melayani kegiatan ekspor / impor dan sekaligus menjadi pintu gerbang
perekonomian Propinsi Sumatera Selatan dan sekitarnya , serta telah
dilengkapi dengan peralatan-peralatan yang siap digunakan untuk
melayani sistem transportasi barang petikemas serta akomodatif
terhadap perkembangan teknologi angkutan dan informasi di masa
mendatang.
MASTER PLAN PELABUHAN
373 30 1 0 0 106 160 50 50 50
GUDANG H
G UDANG D-E
GUDA NGC
PT. PELIND O I T E R MINAL
TE R MINAL
PENUMPANG
LAP. TENIS
JL.BE LINYU
RUANGTERBUKA P ELN I
VTP
B NI
IMIGRA SI
RS BB
KPIB APOTIK
EX.BAHARI
JL .MAY ORSASTRAMIRYA
VTP
L
A
L
A
GUDANGAD
JL .PERINTIS
P USKE SMAS
WOR K SHOP
KP .3
TANKI
POSB
DIVIS I
TEKNIK
AULA Y BP KANTIN
K OP
WARTEL
S.I
ANGKA T AN LAUT
POSA
1JALUR
MAKAM
JL.KOLONEL NURAMIN
PT.SMART
LAPANGANKONTAINER
PT.TANIA SELATAN
M AS J IDAL M U H AJIRI N
1JA L UR
LAPA N G AN KONTAINER
G UD ANG I
M A K A M RAJA
PALM OIL
P T.P N.X .
PELABUHAN BOOM BARU PALEMBANG
GR.PLAN
D E R MA G A A P U N G
TERMI N A L P E N U MPANG
KA NTOR AKPEL
NAVIGAS I
NAVIGASI
WORKSHOP
G EDUN G S ERB AGU NA
& MASJID SULU H
H IJAU
KANTIN
T ELAGABIR U
K A N T OR DIVISI
K E P AN DU AN
GUDAN GA -B
TOW ERSATELINDO
BA K R ES ERVO IR
KEMBANGKOCI
PT.PAT ISINDO MAKAM
PERUMAHANPENDUDUK
PERUMAHANPENDUDUK
KANT OR DI VISI
T ERMINAL P ETIKE MAS
RUMAHMANAG ER
RUMAHAKPEL
R U MAH
M ANAGER
PT.RA BANA ASP HALIN DO
PERUMAHAN
KARYAWANPELINDO
KANTOR
BEACUKAI
HANGGAR
ALATBERAT
B
INTER NUSA
PT.INDO KAR YA
POS
TAMAN
62
117
DUT,KP LP
DIV ISI
2 LT
3LT.
NAV IG ASI WORKSHOP
74
2 LT
2LT
2LT
4 LT 2 LT 2LT 2LT 2LT
216
JL.Tj.PAN DAN
JL. M.Wiranto
44
2LT
2 LT
88
RUANGINAP
RUANG
TERBUKA
2 LT
RENCANA PENGEMBANGAN JANGKA PENDEK (2004 – 2009)
PERLUASAN TERMINAL CPO
PENATAAN PERKANTORAN
PENGALIHAN JALAN
UTARA
RENCANA PENGEMBANGAN JANGKA PENDEK (2004 – 2009) PELABUHAN BOOM BARU PALEMBANG
STUDI TINJAU ULANG
MASTER PLAN PELABUHAN
PALEMBANG
PT. PELABUHAN INDONESIA II
PROYEK
JUDUL GAMBAR
NO. REVISI
PEMBERI TUGAS
PARAF
SKALA
LEMBAGA TEKNOLOGI SRIWIJAYA
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SRIWIJAYA
DR. Ir. HANAFIAH, MS
DIKETAHUI
DIPERIKSA
Ir. TUTUR L, MT
JLH. LBR
KONSULTAN PERENCANA
DIGAMBAR
DISETUJUI
Ir. Dipl.Eng. BUDIONO
DOELRACHMAN, MSc.
NO. GAMBAR
KETERANGAN
KM. AKHIRUDDIN H, A.Md
DI LUAR PELABUHAN
40
260
40 40 40 40 40 40 40 40 40 40
Jalan Setapak
Lokasi Dermaga Wisata
75
Area Parkir
365
35
225
Jalan Kereta Wisata
L = 5 m
65
Tempat Istirahat
LOKASI DERMAGA WISATA
SUNGAI M USI
Pelabuhan Palembang
a. DAERAH LINGKUNGAN KERJA PELABUHAN
b. DAERAH LINGKUNGAN KEPENTINGAN PELABUHAN
c. DITETAPKAN DENGAN
JALAN MASUK PELABUHAN
REL KERETA API YANG BERADA DI PELABUHAN
LISTRIK
AIR
PERALATAN BONGKAR MUAT
Perairan : 1.120 Ha
Daratan : 24 Ha (dikuasai)
: 200 Ha (Hak Pengelolaan)
Perairan : 1.120 Ha
SK.83/0/1969.
a. Jalan dari/ke sentra-sentra industri/perdagangan
Kelas jalan : I
Panjang : 300 M
Lebar : 12 M
Lapisan permukaan : Aspal
b. Jalan yang berada di lokasi pelabuhan
Kelas jalan : I
Panjang : 600 M (batas masuk pelabuhan s/d dermaga ops)
Lebar : 24 M
Lapisan permukaan : Aspal
Panjang : Tidak Ada
Jenis kegiatan : Tidak Ada
PLN
Instalasi sendiri
PAM
Instalasi sendiri
a. Ganco
b. Jala-jala
c. Lori
d.
Pelabuhan Palembang
Pelabuhan Palembang
KEGIATAN
Kapal Call 3,318 3,058 4,067 4,110 3,934
Grt 10,739,999 10,073,223 11,837,152 11,332,333 11,056,301
Total 10,743,317 10,076,281 11,841,219 11,336,443 11,060,235
Ekspor Ton 1,292,315 1,232,884 1,551,303 2,391,269 2,117,954
Impor Ton 329,218 197,525 141,344 205,571 474,095
Total 1,621,533 1,430,409 1,692,647 2,596,840 2,592,049
Bongkar Ton 1,966,192 2,272,585 2,742,638 2,437,493 2,143,558
Muat Ton 7,068,802 7,317,717 6,573,651 5,027,385 3,774,439
Total 9,034,994 9,590,302 9,316,289 7,464,878 5,917,997
Penumpang Naik Org 196,587 211,805 224,018 297,165 207,225
Penumpang Turun Org 198,840 185,832 211,600 291,885 211,364
Sumber Data : PT. Pelabuhan Indonesia II
DATA OPERASIONAL PELABUHAN PALEMBANG
TAHUN 2002 – 2006
SAT
T A H U N
2002 2003 2004 2005 2006
0
1,000
2,000
3,000
4,000
5,000
Jumlah ( Call )
Tahun
Data Operasional Pelabuhan Palembang
Tahun 2002 – 2006
Kapal
Kapal 3,318 3,058 4,067 4,110 3,934
2002 2003 2004 2005 2006
Pelabuhan Palembang
9,000,000
9,500,000
10,000,000
10,500,000
11,000,000
11,500,000
12,000,000
Jumlah ( Grt )
Tahun
Data Operasional Pelabuhan Palembang
Tahun 2002 – 2006
Kapal
Kapal 10,739,999 10,073,223 11,837,152 11,332,333 11,056,301
2002 2003 2004 2005 2006
0
500,000
1,000,000
1,500,000
2,000,000
2,500,000
3,000,000
Jumlah ( Ton )
Tahun
Data Operasional Pelabuhan Palembang
Tahun 2002 – 2006
Ekspor dan Impor
Ekspor 1,292,315 1,232,884 1,551,303 2,391,269 2,117,954
Impor 329,218 197,525 141,344 205,571 474,095
Total 1,621,533 1,430,409 1,692,647 2,596,840 2,592,049
2002 2003 2004 2005 2006
Pelabuhan Palembang
0
2,000,000
4,000,000
6,000,000
8,000,000
10,000,000
Jumlah ( Ton )
Tahun
Data Operasional Pelabuhan Palembang
Tahun 2002 – 2006
Bongkar dan Muat
Bongkar 1,966,192 2,272,585 2,742,638 2,437,493 2,143,558
Muat 7,068,802 7,317,717 6,573,651 5,027,385 3,774,439
Total 9,034,994 9,590,302 9,316,289 7,464,878 5,917,997
2002 2003 2004 2005 2006
0
50,000
100,000
150,000
200,000
250,000
300,000
Jumlah
Tahun
Data Operasional Pelabuhan Palembang
Tahun 2002 – 2006
Penumpang
Penumpang Naik 196,587 211,805 224,018 297,165 207,225
Penumpang Turun 198,840 185,832 211,600 291,885 211,364
2002 2003 2004 2005 2006
Fasilitas Pelabuhan
Lapangan Penumpukan Peti Kemas
Mobile Crane
Top Loader
Reach Stacker
Forklift

Nov
05

DASAR NEGARA

Pancasila adalah filosofi dasar negara Indonesia yang berasal dari dua kata sansekerta, “panca” artinya lima, dan “sila” artinya dasar. Pancasila terdiri atas lima dasar yang berhubungan dan tidak dapat dipisahkan, adalah :

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Indonesia merupakan negara demokrasi yang dalam pemerintahannya menganut sistem presidensiil, dan Pancasila ini merupakan jiwa dari demokrasi. Demokrasi yang didasarkan atas lima dasar tersebut dinamakan Demokrasi Pancasila. Dasar negara ini, dinyatakan oleh Presiden Soekarno (Presiden Indonesia yang pertama) dalam Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

POSISI GEOGRAFIS

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang mempunyai 17.508 pulau. Indonesia terbentang antara 6 derajat garis lintang utara sampai 11 derajat garis lintang selatan, dan dari 97 derajat sampai 141 derajat garis bujur timur serta terletak antara dua benua yaitu benua Asia dan Australia/Oceania. Posisi strategis ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap kebudayaan, sosial, politik, dan ekonomi.

Wilayah Indonesia terbentang sepanjang 3.977 mil antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Apabila perairan antara pulau-pulau itu digabungkan, maka luas Indonesia menjadi1.9 juta mil persegi,

 

Lima pulau besar di Indonesia adalah : Sumatera dengan luas 473.606 km persegi, Jawa dengan luas 132.107 km persegi, Kalimantan (pulau terbesar ketiga di dunia) dengan luas 539.460 km persegi, Sulawesi dengan luas 189.216 km persegi, dan Papua dengan luas 421.981 km persegi.

SEJARAH GEOLOGI

Pulau-pulau Indonesia terbentuk pada jaman Miocene (12 juta tahun sebelum masehi); Palaeocene ( 70 juta tahun sebelum masehi); Eocene (30 juta tahun sebelum masehi); Oligacene (25 juta tahun sebelum masehi). Sehubungan dengan datangnya orang-orang dari tanah daratan Asia maka Indonesia dipercaya sudah ada pada jaman Pleistocene (4 juta tahun sebelum masehi). Pulau-pulau terbentuk sepanjang garis yang berpengaruh kuat antara perubahan lempengan tektonik Australia dan Pasifik. Lempengan Australia berubah lambat naik kedalam jalan kecil lempeng Pasifik, yang bergerak ke selatan, dan antara garis-garis ini terbentanglah pulau-pulau Indonesia.
Ini membuat Indonesia sebagai salah satu negara yang paling banyak berubah wilayah geologinya di dunia. Pegunungan-pegunungan yang berada di pulau-pulau Indonesia terdiri lebih dari 400 gunung berapi, dimana 100 diantaranya masih aktif. Indonesia mengalami tiga kali getaran dalam sehari, gempa bumi sedikitnya satu kali dalam sehari dan sedikitnya satu kali letusan gunung berapi dalam setahun.
DEMOGRAFI
Penduduk Indonesia dapat dibagi secara garis besar dalam dua kelompok. Di bagian barat Indonesia penduduknya kebanyakan adalah suku Melayu sementara di timur adalah suku Papua, yang mempunyai akar di kepulauan Melanesia. Banyak penduduk Indonesia yang menyatakan dirinya sebagai bagian dari kelompok suku yang lebih spesifik, yang dibagi menurut bahasa dan asal daerah, misalnya Jawa, Sunda atau Batak.

 

Selain itu juga ada penduduk pendatang yang jumlahnya minoritas diantaranya adalah Etnis Tionghoa, India, dan Arab. Mereka sudah lama datang ke nusantara dengan jalur perdagangan sejak abad ke 8 SM dan menetap menjadi bagian dari Nusantara. Di Indonesia terdapat sekitar 3% populasi etnis Tionghoa. Angka ini berbeda-beda karena hanya pada tahun 1930-an terakhir kalinya pemerintah melakukan sensus dengan menggolong-golongkan masyarakat Indonesia ke dalam suku bangsa dan keturunannya.

Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk oleh sekitar 85,2% penduduk Indonesia, yang menjadikan Indonesia negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia. Sisanya beragama Protestan (8,9%); Katolik (3%); Hindu (1,8%); Buddha (0,8%); dan lain-lain (0,3%).

Kebanyakan penduduk Indonesia bertutur dalam bahasa daerah sebagai bahasa ibu, namun bahasa resmi Indonesia, bahasa Indonesia, diajarkan di seluruh sekolah-sekolah di negara ini dan dikuasai oleh hampir seluruh penduduk Indonesia.

POLITIK

Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawatan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.

 

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandeman UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR ditambah anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah). Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. Anggota MPR saat ini terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua.

Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidenstil sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen.

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, termasuk pengaturan administrasi para Hakim.


PROVINSI
Indonesia saat ini memiliki 33 provinsi (termasuk 2 Daerah Istimewa (DI) dan satu Daerah Khusus Ibukota (DKI). Kedua DI tersebut adalah Nanggroe Aceh Darussalam dan Daerah Istimewa Yogyakarta sedangkan Daerah Khusus Ibukotanya adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Sebelum tahun 1999, Timor Timur merupakan salah satu provinsi di Indonesia, yang kemudian memisahkan diri melalui referendum menjadi Negara Timor Leste.

 

Daftar Provinsi di Indonesia
Sumatra
Nanggroe Aceh Darussalam | Sumatera Utara | Sumatera Barat | Bengkulu | Riau | Kepulauan Riau | Jambi | Sumatera Selatan | Lampung | Kepulauan Bangka Belitung
Jawa
Jakarta | Jawa Barat | Banten | Jawa Tengah | DI Yogyakarta | Jawa Timur
Kalimantan
Kalimantan Barat | Kalimantan Tengah | Kalimantan Selatan | Kalimantan Timur
Nusa Tenggara
Bali | Nusa Tenggara Barat | Nusa Tenggara Timur
Sulawesi
Sulawesi Barat | Sulawesi Utara | Sulawesi Tengah | Sulawesi Selatan | Sulawesi Tenggara | Gorontalo
Kepulauan Maluku dan Papua
Maluku | Maluku Utara | Papua Barat | Papua

EKONOMI
Ekonomi Indonesia mengalami kemunduran pada akhir tahun 1990-an akibat krisis ekonomi yang melanda sebagian besar Asia pada saat itu. Ekonominya kini telah lumayan stabil saat ini.

 

Indonesia mempunyai sumber daya alam yang besar di luar Jawa, termasuk minyak mentah, gas alam, timah, tembaga dan emas. Indonesia adalah pengekspor gas alam terbesar kedua di dunia, meski akhir-akhir ini ia telah mulai menjadi pengimpor bersih minyak mentah. Hasil pertanian yang utama termasuk beras, teh, kopi, rempah-rempah dan karet.

Rekan perdagangan terbesar Indonesia adalah Jepang, Amerika Serikat dan negara-negara tetangganya yaitu Malaysia, Singapura dan Australia.

Meski kaya akan sumber daya alam dan manusia, Indonesia masih menghadapi masalah besar dalam bidang kemiskinan yang sebagian besar disebabkan korupsi yang merajalela dalam pemerintah.
Bank sentral Indonesia adalah Bank Indonesia.


SENI BUDAYA
Jenis kesenian di Indonesia banyak dipengaruhi oleh beberapa kebudayaan. Tari Jawa dan Bali yang terkenal, misalnya, berisi aspek-aspek kebudayaan dan mitologi Hindu.

 

Banyak juga seni tari yang berisikan nilai-nilai Islam. Beberapa di antaranya dapat ditemukan di daerah Sumatra seperti tari Saman Meusukat dan Tari Seudati dari Nanggroe Aceh Darussalam.

Selain itu yang cukup terkenal di dunia adalah wayang kulit yang menampilkan kisah-kisah tentang kejadian mitologis. Seni pantun, gurindam, dan sebagainya dari pelbagai daerah seperti pantun Melayu, dan pantun-pantun lainnya acapkali dipergunakan dalam acara-acara tertentu yaitu perhelatan, pentas seni, dan lain-lain.

Di bidang busana warisan budaya yang terkenal di seluruh dunia adalah kerajinan batik. Beberapa daerah yang terkenal akan industri batik meliputi Yogyakarta, Solo, dan juga Pekalongan.

Pencak silat adalah seni bela diri yang unik yang berasal dari wilayah Indonesia. Seni bela diri ini kadang-kadang ditampilkan pada acara-acara pertunjukkan yang biasanya diikuti dengan musik tradisional Indonesia berupa gamelan dan seni musik tradisional lainnya sesuai dengan daerah asalnya.

Seni musik di Indonesia, baik tradisional maupun modern sangat banyak terbentang dari Sabang hingga Merauke. Musik tradisional termasuk juga keroncong Jawa dikenali oleh hampir semua rakyat Indonesia, namun yang lebih berkuasa dalam paras lagu di Indonesia yaitu seni lagu modern kemudian Dangdut. Dangdut adalah salah satu musik Indonesia yang sudah merakyat di wilayah Nusantara, yang dipadu dari unsur musik Melayu, India, dan juga musik tradisional Indonesia. Dinamakan Dangdut karena suara musik yang terdengar adalah suara ‘dang’ dan ‘dut’ dan musik Dangdut lebih dikuasai oleh suara gendang dan suling. Lagu-lagu dangdut biasanya didendangkan oleh pedangdut dengan goyangannya yang seronok dan lemah gemulai yang disesuaikan dengan tempo lagunya. Ada berbagai macam corak musik Dangdut, antara lain Dangdut Melayu, Dangdut Modern (Dangdut masa kini yang alat musiknya telah ditambah dengan alat musik modern); dan Dangdut Pesisir (Lagu dangdut tradisional Jawa, Sunda, dll). Pada tahun 70-an, dangdut lebih dikenal sebagai aliran musik orkes Melayu, yang kemudian pada awal tahun 80-an ia lebih dikenal dengan sebutan Dangdut.

Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa, agama serta kepercayaan yang berbeda. Ada Batak, Karo, Minangkabau, Melayu di Sumatra dan sebagainya. Ada banyak agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha bahkan kini Kepercayaan Konghucu juga diakui. Namun sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memilih Islam sebagai agamanya.
Sep
07

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.